TAKKAN KUTUKARKAN CINTANYA
Betapa kebetulan ini.
Kebetulan yang manis bagai mimpi
Mempertemukan kita disini dinegri jau ini.
Disini kita,dua jiwa sesama asing ini
Dipersatukan Dewi Asmara
Yang membawa kita jauh tinggi
- Seakan jiwa kita sebuah lagu yang mengapung diudara dan didunia yang sahdu.
- Kau berkata :
Betapa dalam matamu
Betapa manis wajahmu
Kau katakan itu dengan gairah hatimu yang bergema sunyi,
karena kita tidak sendiri.
Dan dimatamu ajakah,Dan dihatiku kemabukan.
Tak terperikan
Aku perempuan ,maka maafkan ketinggalan hatiku;
Betapa dalam matamu,
Betapa manis wajahmu.
O....... Penyair,dinegriku.
Negeriku yang kucinta.
Ada padaku seorang kekasih menunggu
Ia kawan setanah airku yang tak kan kusia-siakan
Hatinya.
Ia kawan setanah airku yang takkan
kutukarkan cintanya.
Dengan harta dunia.
Dengan bintang bintang yang bercahaya.
Dengan Bulan.
Namun kemabukan mencikam hatiku,
Bila dimataku mengembangkan bayang bayang cinta.
Atau ajakan bercahaya.
Aku perempuan ,maka maafkan ketinggalan hatiku.
bila bisikanmu membelai hatiku:
betapa dalam matamu
betapa manjis wajahmu oh kekasih.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar